5 GUNUNG YANG DAPAT DIDAKI DI MALANG
Gunung Semeru

5 GUNUNG YANG DAPAT DIDAKI DI MALANG

Halo sahabat Raja Tour Malang! kali ini admin akan membahas gunung apa saja yang bisa di daki lewat jalur Malang Raya. Karena  kota Malang secara geografis dikelilingi oleh pegunungan Tengger, oleh sebab itu kota Malang dijadikan tujuan untuk para pendaki untuk mejelajahi gunung-gunung yang ada di kota Malang. Langsung saja yuk kita lihat ada gunung apa saja:

  1. Gunung Mahamaru/Semeru
https://rajatourmalang.com
Gunung Mahameru/Semeru

Nama gunung Semeru atau Mahameru pasti sudah tidak asing lagi di telinga para pendaki maupun bukan. Gunung berapi kerucut aktif tertinggi dipulau jawa ini memiliki ketinggian 3.676 mdpl. Semeru merupakan salah satu gunung yang laris untuk didaki apalagi di waktu-waktu liburan Panjang.

Rute dari Malang merupakan rute yang banyak dilewati para pendaki, rute perjalanan bisa di tempuh dari kota Malang, Tumpang, Poncokusumo, Gubuk Klakah, Ngadas, dan Ranupane.

Berikut Rute pendakian dan estimasi jarak dan waktu tempuh pendakian gunung Semeru

  1. Ranupane – Ladengan Dowo dengan jarak tempuh 3 Km, dengan waktu tempuh 1,5 jam
  2. Ladengan Dowo – Watu Rejeng dengan jarak tempuh 3 Km, dengan waktu tempuh 1,5 jam
  3. Watu Rejeng – Ranu Kumbolo dengan jarak tempuh 4,5 Km, dengan, waktu tempuh 2 jam
  4. Ranu Kumbolo – Oro-Oro Ombo dengan jarak tempuh 1 Km, dengan waktu tempuh 30 menit
  5. Oro-Oro Ombo – Komero Kandang dengan jarak tempuh 1,5 Km, dengan waktu tempuh 30 menit
  6. Komero Kandang – Jambangan dengan jarak tempuh 3 Km, dengan waktu tempuh 30 menit
  7. Jambangan – Kalimati dengan jarak tempuh 2 Km, degan waktu tempuh 30 menit
  8. Kalimati – Arcopodo dengan jarak tempuh 1,2 Km, dengan waktu tempuh 2,5 Jam
  9. Arcopodo – Komero Tunggal – Puncak Mahameru dengan jarak tempuh 1,5 Km, dengan waktu tempuh 3 – 4 Jam

Dengan panjangnya dan rumitnya jalur pendakian, disarankan bagi para pendaki pemula untuk menyiapkan fisik yang sangat fit dan kuat untuk berjalan sangat jauh. Anda pun disarankan untuk membawa persediaan air yang cukup. Diperlukan pula kerja sama tim yang sangat kompak karena anda pasti saling membutuhkan dalam pendakian puncak Mahameru.  

Anda pun harus ekstra waspada, di jalur pendakian menuju puncak Mahameru dengan kondisi medan yang berpasir banyak batu-batu besar meluncur kebawah yang mengharuskan anda untuk menghindar. Belum lagi anda harus siapkan masker ketika melewati kalimati, karena abu vulkanik, dan anda harus kuat melawan dingin yang menggigit saat anda berada di Arcopodo.

2. Gunung Bromo

https://rajatourmalang.com
Gunung Bromo

Gunung Bromo adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 mdpl. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah objek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Bagi penduduk sekitar Gunung Bromo, suku Tengger, Gunung Bromo / Gunung Brahma dipercaya sebagai gunung suci. Setiap setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

MENUJU LOKASI
Untuk menuju gunung Bromo ada banyak pilihan jalur dan basecamp atau penginapan antara lain:
Desa Tosari – Wonokitri
Cemoro lawang – Ngadisari
Jemplang – Ngadas

  1. Dari Surabaya kita bisa naik bis menuju Probolinggo dan turun di Pasuruan. Selanjutnya naik colt/angkutan umum menuju Desa Tosari – Wonokitri. Di Wonokitri kita dapat bermalam di hotel/losmen. Selanjutnya jarak menuju wisata Bromo sudah dekat.
  2. Dari arah Probolinggo kita naik colt atau bis menuju Sukapura, kemudian kita terus ke Ngadisari. Dari Ngadisari naik kuda atau berjalan kaki menuju Cemoro lawang sejauh 3 km. Di Cemoro lawang kita dapat bermalam di hotel/losmen. Selanjutnya jarak menuju wisata Bromo sudah dekat.
  3. Dari Malang kita naik minibus menuju ke Tumpang (18 Km). Dari Tumpang perjalanan kita lanjutkan dengan naik Jeep menuju ke Jemplang sekitar 1,5 jam perjalanan melewati Desa Gubuk Klakah dan Desa Ngadas. Sampai di Jemplang selanjutnya jarak menuju Bromo sudah dekat.
  4. Dari Purwodadi, dari Kota Malang kita naik Bus atau minibus menuju ke Purwodadi. Dari Purwodadi kita naik minibus menuju ke Desa Tosari, melewati Desa Nonggojajar. Dari Tosari kita teruskan menuju Wonokitri. Di Wonokitri kita dapat bermalam di hotel/losmen. Selanjutnya jarak menuju wisata Bromo sudah dekat.

Para wisatawan atau pendatang yang berwisata ke gunung Bromo kebanyakan adalah memulai perjalanan di dini hari sekali untuk mengejar sunrise atau matahari terbit. Maka dari itu planning terbaik yakni menginap di salah satu penginapan sesuai jalur lokasi di atas. Untuk transportasi bila dari Jakarta kita bisa naik kereta dan turun di stasiun Malang. Tips: jika berlebih uang atau banyak anggota kita bisa memanfaatkan porter yang biasanya menawarkan jasa saat kita tiba di stasiun Malang. Ini akan efektif sekali.

3. Gunung Panderman

Panderman Malang
Gunung Panderman

 

Gunung Panderman adalah sebuah gunung yang terletak di Kota Batu Malang yang memiliki puncak bernama Basundara. Nama gunung ini sendiri diambil dari nama seorang Belanda bernama Van Der Man yang mengagumi keindahan gunung ini pada waktu itu. Gunung Panderman adalah sebuah tempat wisata yang cocok bagi anda yang menyukai pendakian termasuk bagi anda yang masih pemula pada bidang pendakian.

Gunung ini terletak di dusun Toyomerto Kelurahan Songgokerto Desa Pesanggrahan, Batu Malang. DusunToyomerto juga bisa dicapai dengan kendaraan umum dari kota Batu sekitar 3 Km yakni dengan menaiki bus jurusan Malang – Jombang/ Kediri kemudian turun di perempatan desa Pesanggarahan.

Rute Pendakian Ke Puncak Gunung Panderman

Gunung Panderman ini sangat cocok bagi pendaki yang tidak mempunyai waktu banyak karena gunung ini hanya sekitar 2000 mdpl yang bisa ditempuh dengan perjalanan selama satu hari. Biasanya pada hari sabtu malam, banyak para mahasiswa di kota Malang yang berpetualang ke gunung yang termasuk dalam gugusan pegunungan Putri Tidur (Gunung Kawi).

Untuk sampai ke puncak anda hanya membutuhkan waktu 2-3 jam. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, anda bisa menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit dari kota Malang dan anda bisa menitipkannya di basecamp panderman yang berada di rumah paling ujung gapura panderman, disitu juga anda akan mendaftarkan siapa saja yang akan ikut mendaki. Jika anda berkendara dengan menggunakan sepeda motor, anda bisa menitipkan ke tempat penitipan sepeda motor yang dikelola oleh warga sekitar hanya dengan cukup membayar 5000/malam.

Ada dua pos sebelum kita mencapai puncak gunung ini. Pertama kita akan menjumpai pos Latar Ombo yang berada di ketinggian 1604 mdpl. Tempat ini bisaanya digunakan untuk camping para pendaki. Disini juga tersedia sumber mata air yang masih sangat jernih sehingga anda dapat menggunakannya untuk minum juga memasak. Setelah anda melanjutkan perjalanan, anda akan menjumpai pos kedua yakni Watu Gede karena tempat ini memang terdapat banyak sekali batu besar yang bisa digunakan untuk beristirahat.

Setelah melewati dua pos tersebut, anda bisa langsung menuju ke puncak gunung Panderman. Di puncak banyak terdapat monyet yang bergelantungan di pepohonan dan sesekali menunggu meminta makanan. Jadi sebaiknya anda simpan barang bawaan anda agar tidak dicuri oleh monyet tersebut. Jika anda mendaki gunung ini pada malam hari, anda akan disuguhkan pemandangan kota Batu dan Malang dengan gemerap lampu yang sungguh mempesona.

Jalur Pendakian Gunung Panderman Terbagi 2

  • Jalur Umum

Jika anda berniat untuk mendaki gunung yang berada di kota Batu ini, anda bisa melewati dua jalur yang ada. Pertama yakni jalur umum yang melewati dusun Toyomerto kemudian melewati desa Pesanggrahan.

  • Jalur Khusus

Kedua yakni jalur khusus untuk mencapai puncak gunung Panderman dengan waktu singkat atau dikenal dengan jalur Curah Banteng. Namun di jalur kedua ini tidak terdapat fasilitas berupa air maupun fasilitas lainnya dan tantangannya lebih susah karena anda harus melewati tebing dengan kemiringan sebesar 90 derajat dan hanya bisa ditempuh dengan memanjatnya.

Pendaki yang masih pemula sebaiknya mengambil jalur pertama karena lebih mudah serta anda akan disajikan pemandangan alam gunung Panderman sepanjang anda mendaki. Sesampainya di puncak, anda akan dihibur oleh pemandangan gunung di sekitar Malang seperti gunung Arjuno dan gunung Semeru jika anda mendaki pada cuaca cerah.

4. Gunung Arjuno 

Image result for Gunung arjuno
Gunung Arjuno 

Gunung Arjuno (terkadang dieja Gunung Arjuna) adalah sebuah gunung berapi kerucut (istirahat) di Jawa TimurIndonesiadengan ketinggian 3.339 mdpl. Gunung Arjuno secara administratif terletak di perbatasan Kota BatuKabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan dan berada di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Gunung Arjuno merupakan gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur setelah Gunung Semeru dan Gunung Raung, serta menjadi yang tertinggi keempat di Pulau Jawa. Biasanya gunung ini dicapai dari tiga titik pendakian yang cukup dikenal yaitu dari LawangTretes dan Batu. Nama Arjuno berasal dari salah satu tokoh pewayangan Mahabharata, Arjuna.

Gunung Arjuno bersebelahan dengan Gunung WelirangGunung Kembar I, dan Gunung Kembar II. Puncak Gunung Arjuno terletak pada satu punggungan yang sama dengan puncak gunung Welirang, sehingga kompleks ini sering disebut juga dengan Arjuno-Welirang. Kompleks Arjuno-Welirang sendiri berada di dua gunung berapi yang lebih tua, Gunung Ringgit di timur dan Gunung Lincing di selatan. Area fumarol dengan cadangan belerang ditemukan di sejumlah lokasi pegunungan ini, seperti pada puncak Gunung Welirang, puncak Gunung Kembar II, dan pada sejumlah jalur pendakian.

Gunung Arjuno merupakan salah satu tujuan pendakian. Di samping tingginya yang telah mencapai lebih dari 3000 meter, di gunung ini terdapat beberapa objek wisata. Salah satunya adalah objek wisata air terjun Kakek Bodo yang juga merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Arjuno. Meskipun selain objek wisata air terjun Kakek Bodo terdapat pula air terjun lain, tetapi para wisatawan jarang yang mendatangi air terjun lainnya, mungkin karena letak dan sarana wisatanya kurang mendukung. Di kawasan lerengnya juga terdapat mata air Sungai Brantas yang berasal dari simpanan air Gunung Arjuno. Mata air Sungai Brantas terletak di Desa Sumber BrantasBumiajiKota Batu yang merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Sungai Bengawan Solo. Beberapa destinasi wisata yang terkenal hingga ke seluruh Indonesia maupun luar negeri juga terletak di lereng Gunung Arjuno, di antaranya adalah TretesKota Wisata Batu, dan Taman Safari Indonesia 2. Gunung Arjuno mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukithutan Dipterokarp Atashutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Gunung Arjuno dapat didaki dan berbagai arah, arah Utara (Tretes) melalui Gunung Welirang, dan arah Timur (Lawang) dan dari arah Barat (Batu-Selecta), dan arah selatan (Karangploso), juga dari Sumberawan, Singosari. Desa Sumberawan adalah desa pusat kerajinan tangan di kecamatan SingosariKabupaten Malang dan merupakan desa terakhir untuk mempersiapkan diri sebelum memulai pendakian. Bisa juga melewati Purwosari yang lebih gampang dilewati, karena hanya setengah jam dari jalan raya dan langsung sampai di Tambakwatu.

5. Gunung Butak

Image result for gunung butak malang

Bagi yang suka mendaki gunung atau trekking di alam bebas, tidak ada salahnya kamu berkunjung ke Gunung Butak. Gunung ini mungkin belum populer di kalangan pendaki. Namun jangan salah, pemandangan alam yang ditawarkan Gunung Butak akan membuat siapa saja terpikat. Terletak di Jawa Timur, gunung tipe stratovolcano (gunung berapi komposit) ini cocok bagi pendaki pemula karena memiliki rute pendakian dengan tingkat kesulitan sedang. Gunung Butak pun memiliki ketinggian 2.868 mdpl, cukup rendah dibanding gunung-gunung lain di Jawa Timur seperti Gunung Semeru dan Gunung Raung.Berikut keistimewaan yang dimiliki gunung Butak

Memiliki sabana yang luas

Jika kamu mencari panorama padang rumput yang luas, mendaki Gunung Butak adalah pilihan yang tepat. Gunung di Jawa Timur ini memiliki sabana yang dipenuhi hamparan bunga edelweiss. Datanglah sekitar bulan Juli – Agustus untuk menikmati bunga edelweiss yang sedang bermekaran.  Sabana yang terletak di puncak Gunung Butak ini sangatlah luas, kamu pun bisa menikmati panorama perbukitan di sekelilingnya. Kontur tanah yang datar juga membuat sabana ini kerap digunakan area kemah dan istirahat para pendaki. Ada pula sumber air bersih yang bisa digunakan para pengunjung.

Pemandangan puncak yang indah

Related image

Jalur menuju Gunung Butak memang dikenal sulit. Akan tetapi semua lelah kamu akan terbayar saat berhasil sampai di puncak gunung. Pemandangan alam yang indah akan muncul di hadapanmu. Dari sini, kamu dapat melihat pemandangan Gunung Arjuno yang tampak jelas berdiri gagah dan berselimut awan putih saat cuaca cerah. Di pagi hari, puncak Gunung Butak adalah spot terbaik untuk menikmati matahari terbit. Adanya samudera awan pun seolah menambah pesona matahari terbit. Panorama tersebut tentu akan menjadi objek foto menarik untukmu dan kerabat.

Lokasi dan akses menuju Gunung Butak

Gunung yang masuk gugusan Gunung Putri ini berada di perbatasan Kabupaten Blitar dan Malang. Meskipun tergolong cukup rendah di antara gunung lainnya di Jawa Timur, Gunung Butak juga menawarkan trek yang menantang. Tersedia beberapa jalur resmi pendakian Gunung Butak, yaitu jalur pendakian via Panderman dan Sirah Kencong.

Jalur Panderman adalah rute yang kerap dipilih pendaki karena memiliki medan yang cukup landai, meski tergolong jauh. Sementara jalur Sirah Kencong yang dapat ditempuh lebih cepat, justru memiliki karakteristik jalur yang lebih ekstrem. Tak hanya itu, jalur Sirah Kencong juga tidak memiliki sumber mata air sehingga kamu harus menyiapkan logistik dengan baik.

Jalur naik via Panderman

Panderman berada di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Batu, Malang. Jalur ini merupakan rute favorit kalangan pendaki karena memiliki medan yang landai. Jalur ini juga menawarkan beragam panorama indah yang bisa kamu nikmati.

Jalur Panderman diawali dengan rute yang sama seperti menuju Gunung Panderman. Setelah melalui jalan paving block dan jalur berbatu, kamu akan menemukan persimpangan menuju Gunung Panderman dan Gunung Butak. Ambillah jalur kanan kanan untuk meneruskan perjalanan menuju puncak Gunung Butak.

Setelah itu, pendakian akan melewati trek yang bervariasi seperti jalan tanah yang landai hingga menanjak dan menyusuri ladang penduduk. Kamu juga akan masuk ke area hutan yang rimbun hingga sampai di Pos 1. Selama perjalanan, pastikan kamu memperhatikan petunjuk jalan karena banyaknya jalan bercabang. Ikuti saja petunjuk berupa tali atau pita yang dipasang di pohon pada beberapa titik jalur pendakian.

Jalur menuju Pos 2 merupakan jalur tanah yang berkelok, landai, serta sesekali tanjakan dan turunan. Trek pendakian seperti ini akan terus kamu lewati hingga sampai di Pos 3. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Pos 4 yang didominasi jalur menanjak.

Perjalanan menuju puncak akan semakin dekat setelah melewati Pos 5. Kamu harus terlebih dulu melalui jalanan menanjak untuk sampai di sabana. Sabana tersebut juga bisa menjadi lokasi berkemah ataupun beristirahat sebelum tiba di puncak Gunung Butak.

Jalur naik via Sirah Kencong

Sirah Kencong adalah area perkebunan teh milik Persero Perkebunan Bantaran PTPN XII yang terletak di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Blitar. Karenanya, kamu harus melalui perkebunan teh saat mengambil jalur pendakian via Sirah Kencong. Di ujung perkebunan teh, kamu akan menemukan area tanah lapang yang menjadi gerbang utama masuk ke hutan. Daerah yang dikenal bernama Wukir ini merupakan gerbang awal pendakian Gunung Butak.

Mulai dari sini, kamu akan menghadapi rintangan pendakian yang sesungguhnya. Kamu akan segera menemui tanjakan curam selama melewati hutan. Nantinya, kamu akan sampai di Pos 1 yang ditandai oleh plang petunjuk lokasi di batang pohon. Lokasi pos yang berada di area datar membuat Pos 1 cocok dijadikan sebagai area kemah atau beristirahat.

Untuk sampai di puncak, kamu harus melalui 5 pos yang tersedia. Seluruh jalur di sini, didominasi oleh tanjakan dengan pemandangan pepohonan pinus. Pastikan untuk mengatur energi dan napas kamu agar perjalanan bisa tetap aman dan lancar.

Pos 5 adalah pos terakhir dari pendakian via Sirah Kencong. Dari sini, puncak Gunung Butak sudah mulai terlihat. Perjalanan menuju puncak pun tak seberat sebelumnya hingga kamu sampai di sabana. Selain menjadi area kemah, sabana di sana juga menjadi habitat bunga edelweiss. Dari sabana, kamu hanya perlu melanjutkan perjalanan sebentar untuk sampai di pundak Gunung Butak.

Harga tiket masuk dan jam operasional

Saat akan memulai pendakian di Gunung Butak, kamu harus melakukan registrasi dan membayar tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang. Ada pula biaya tambahan bagi yang membawa kendaraan, yakni Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.

Mengenai jam operasional, Gunung Butak buka selama 24 jam setiap harinya sehingga kamu bebas mendaki kapan pun. Meski begitu, waktu yang disarankan untuk mendaki adalah pada pukul 10:00 – 13:00 dan 18:00 – 19:00.

Menantang tapi mempesona, itulah Gunung Butak. Mengingat keindahan alam yang ditawarkan, rasanya setimpal dengan rintangan yang kamu temukan selama perjalanan menuju puncak. Jika kamu ingin membuktikan keindahan alam dan sensasi jalur pendakiannya, segeralah mendaki Gunung Butak. yuk jadikan Gunung Butak sebagai destinasi wisata kamu! Selamat Mendaki !

 

Raditya BW –

Leave a Reply